TETANUS

2 11 2009

Definisi
Tetanus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh
bakteri Clostridium tetani dan menyerang otot rangka. Disebut juga lockjaw karena
terjadi kejang pada otot rahang. Tetanus banyak ditemukan di negara-negara
berkembang. Tanpa imunisasi, angka kematian penyakit ini berkisar antara 35 –
70% tergantung umur, jenis kelamin, letak geografi, masa inkubasi, dan
penatalaksanaan.
Penyebab
Bakteri an-aerob Clostridium tetani. Spora dari Clostridium tetani dapat hidup
selama bertahun-tahun di dalam tanah dan kotoran hewan. Jika bakteri tetanus
masuk ke dalam tubuh manusia, bisa terjadi infeksi baik pada luka yang dalam
maupun luka yang dangkal. Setelah proses persalinan, bisa terjadi infeksi pada
rahim ibu dan pusar bayi yang baru lahir (tetanus neonatorum). Yang menyebabkan
timbulnya gejala-gejala infeksi adalah racun yang dihasilkan oleh bakteri, bukan
bakterinya.
Gambaran Klinis
- Gejala-gejala biasanya muncul dalam waktu 5 – 10 hari setelah terinfeksi,
tetapi bisa juga timbul dalam waktu 2 hari atau 50 hari setelah terinfeksi.
- Gejala yang paling sering ditemukan adalah kekakuan rahang dan sulit dibuka
(trismus) karena yang pertama terserang adalah otot rahang.
- Selanjutnya muncul gejala lain berupa gelisah, gangguan menelan, sakit kepala,
demam, nyeri tenggorokan, menggigil, kejang otot dan kaku kuduk, lengan
serta tungkai.
- Kejang pada otot-otot wajah menyebabkan ekspresi penderita seperti
menyeringai (risus sardonikus) dengan kedua alis yang terangkat.
- Kekakuan atau kejang otot-otot perut, leher dan punggung bisa menyebabkan
kepala dan tumit penderita tertarik ke belakang sedangkan badannya melengkung
ke depan yang disebut epistotonus.
- Kejang pada otot sfingter perut bagian bawah bisa menyebabkan retensi
urin dan konstipasi.

- Gangguan-gangguan yang ringan, seperti suara berisik, aliran angin atau
goncangan, bisa memicu kekejangan otot yang disertai nyeri dan keringat yang
berlebihan.
- Selama kejang penderita tidak dapat berbicara karena otot dadanya kaku atau
terjadi kejang tenggorokan sehingga terjadi kekurangan oksigen yang
menyebabkan gangguan pernafasan. Biasanya tidak terjadi demam. Laju
pernafasan dan denyut jantung serta refleks-refleks biasanya meningkat. Tetanus
juga bisa terbatas pada sekelompok otot di sekitar luka. Kejang di sekitar luka
ini bisa menetap selama beberapa minggu.
Diagnosis
Diduga suatu tetanus jika terjadi kekakuan otot atau kejang pada seseorang yang
memiliki luka. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pembiakan bakteri
dari apusan luka.
Penatalaksanaan
- Penderita tetanus harus segera dirujuk ke rumah sakit karena ia harus selalu
dalam pengawasan dan perawatan. Sebelum dirujuk lakukanlah hal-hal tersebut
di bawah ini. Selanjutnya bila anak yang menderita tetanus selesai dirawat,
berikan tetanus toksoid 3 kali dengan jarak waktu 1 bulan.
- Pertahankan jalan napas dan jaga keseimbangan cairan.
- Segera berikan human tetanus immunoglobulin 5000 IU i.m untuk menawarkan
racun yang belum bersenyawa dengan otot.
- Bila yang ada hanya ATS suntikkan i.m atau i.v 20.000 – 40.000 IU/hari
selama 3 hari atau 20.000 IU/hari untuk anak-anak selama 2 hari.
- Berikan penisilin prokain 2 juta IU i.m pada orang dewasa atau 50.000
IU/kgBB/hari selama 10 hari pada anak untuk eradikasi kuman.
- Berikan diazepam untuk mengendalikan kejang dengan titrasi dosis:5 – 10 mg
i.v. untuk anak dan 40 – 120 mg/hari untuk dewasa.
- Cegah penyebaran racun lebih lanjut dengan eksplorasi luka dan
membersihkannya dengan H202 3%. Port d’entre lain seperti OMSK atau
gangren gigi juga harus dibersihkan dahulu.
- Untuk menetralisir racun diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotik
tetrasiklin dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih
lanjut. Obat lainnya bisa diberikan untuk menenangkan penderita, mengendalikan
kejang dan mengendurkan otot-otot. Penderita biasanya dirawat di rumah sakit
dan ditempatkan dalam ruangan yang tenang.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.