TRICHURIASIS

10 11 2009

TRICHURIASIS ICD-9 127.3; ICD-10 B79
(Trichocephaliasis, penyakit cacing cambuk)
1. Identifikasi
Infeksi nematoda pada usus besar dan biasanya asimptomatis. Infeksi berat dapat
menyebabkan kotoran berisi darah dan lendir, serta disertai diare. Prolaps rektal
“Clubbing fingers”, hipoproteinemia, anemia dan gangguan pertumbuhan dapat terjadi
pada anak-anak dengan infeksi berat.
Diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya telur cacing pada tinja atau dengan
sigmoidoskopi terlihat cacing menempel pada bagian bawah colon pada infeksi berat.
Telur cacing ini harus dibedakan dengan telur cacing Capillaria.
2. Penyebab Penyakit
Trichuris trichiura (Trichocephalus trichiurus), termasuk nematoda; cacing cambuk pada
manusia.
3. Distribusi penyakit: Tersebar diseluruh dunia, terutama didaerah panas dan lembab.
4. Reservoir: Manusia adalah sebagai reservoir, sedangkan cacing cambuk hewan tidak
infektif terhadap manusia
5. Cara Penularan
Cara penularan adalah tidak langsung, terutama karena kebiasaan menggigit/menjilat
benda-benda yang terkontaminasi atau karena mengkonsumsi sayuran yang
terkontaminasi : Trichiuriasis tidak langsung ditularkan dari orang ke orang. Telur yang
keluar melalui tinja untuk menjadi infektif membutuhkan waktu paling sedikit 10 – 14
hari di tanah yang hangat dan lembab. Setelah telur tertelan, telur menetas dan larva
menempel pada mukosa dari cecum dan colon proximal dan berkembang menjadi cacing
dewasa. Telur cacing ditemukan dalam tinja setelah 70 – 90 hari sejak menelan telur
dengan embrio. Gejala klinis bisa muncul lebih cepat.
6. Masa Inkubasi: Tidak jelas
7. Masa Penularan: Masa penularan dapat berlangung beberapa tahun pada carrier yang
tidak diobati.
8. Kerentanan dan kekebalan: Semua orang rentan terhadap infeksi cacing ini.
9. Cara-cara Pemberantasan
A. Cara-cara Pencegahan
1). Beri Penyuluhan kesehatan kepada semua anggota keluarga, terutama anak-anak
mengenai manfaat penggunaan jamban.
2). Sediakan fasilitas jamban yang cukup untuk pembuangan kotoran.
3). Mendorong kebiasaan yang higienis, perilaku hidup bersih dan sehat, terutama
membiasakan cuci tangan sebelum makan, cucilah sayur sayuran, buah buahan dan
bahan makanan lainnya sebaik baiknya sebelum di konsumsi, untuk menghindari
tertelannya tanah dan debu yang mencemari.
536
B. Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya
1) Laporan ke Dinas Kesehatan setempat: Laporan wajib tidak dilakukan, kelas 5
(Lihat tentang Pelaporan Penyakit Menular). Jika ditemukan sejumlah penderita
trichuriasis di suatu sekolah beritahukan kepada kepala sekolah dan pejabat yang
bertanggung jawab terhadap UKS.
2) Isolasi : tidak diperlukan
3) Disinfeksi: tidak diperlukan; lakukan pembuangan kotoran yang saniter.
4) Karantina: tidak perlu
5) Imunisasi kontak: tidak dilakukan
6) Investigasi kontak dan sumber infeksi: Lakukan pemeriksaan terhadap semua
spesimen tinja dari seluruh anggota keluarga yang menunjukkan gejala, terutama
anak-anak dan teman main mereka.
7) Pengobatan spesifik :
Obat pilihan : Mebendazole (Vermox ®)
Obat alternatif : Albendazole (Zentel®) dan Oxantel (Tidak beredar di AS)
Peraturan yang umum : Wanita hamil pada trimester pertama tidak diberikan
pengobatan kecuali ada indikasi medis spesifik
C. Penanggulangan wabah: Tidak ada.
D. Implikasi bencana: Tidak ada.
E. Tindakan Internasional: Tidak ada.

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: