TOXOPLASMOSIS

10 11 2009

TOXOPLASMOSIS ICD-9 130; ICD-10 B58
TOXOPLASMOSIS KONGENITAL ICD-9 771.2; ICD-10 P37.1
1. Identifikasi
Merupakan penyakit sistemik Coccidian protozoan, infeksi biasanya tanpa gejala atau
muncul dalam bentuk akut dengan gejala limfadenopati atau dengan gejala menyerupai
mononucleosis infectiosa disertai dengan demam, linfadenopati dan linfositosis yang
berlangsung sampai berhari-hari atau beberapa minggu.
Dengan terbentuknya antibodi, jumlah parasit dalam darah akan menurun namun kista
Toxoplasma yang ada dalam jaringan tetap masih hidup. Kista jaringan ini akan reaktif
kembali jika terjadi penurunan kekebalan. Infeksi yang terjadi pada orang dengan
kekebalan rendah baik infeksi primer maupun infeksi reaktivasi akan menyebabkan
terjadinya Cerebritis, Chorioretinitis, pneumonia, terserangnya seluruh jaringan otot,
myocarditis, ruam makulopapuler dan atau dengan kematian. Toxoplasmosis yang
menyerang otak sering terjadi pada penderita AIDS.
522
Infeksi primer yang terjadi pada awal kehamilan dapat menyebabkan terjadinya infeksi
pada bayi yang dapat menyebabkan kematian bayi atau dapat menyebabkan
Chorioretinitis, kerusakan otak disertai dengan kalsifikasi intraserebral, hidrosefalus,
mikrosefalus, demam, ikterus, ruam, hepatosplenomegali, Xanthochromic CSF, kejang
beberapa saat setelah lahir.
Jika infeksi terjadi pada usia kehamilan yang lebih tua dapat menyebabkan penyakit
subklinis yang gejalanya akan timbul kemudian, misalnya berupa Chorioretinitis kronis
yang berulang.
Pada wanita hamil dengan kekebalan tubuh yang rendah dengan Toxoplasma seropostif,
dapat terjadi reaktivasi dari infeksi laten yang walaupun jarang dapat menyebabkan
toxoplasmosis kongenital. Organisme yang “tidur” pada orang dengan infeksi laten dapat
terjadi reaktivasi dan menyebabkan toxoplasmosis serebral terutama pada orang yang
menderita imunodefisiensi seperti pada penderita AIDS.
Diagnosa ditegakkan selain berdasarkan gejala klinis juga didukung dengan pemeriksaan
serologis atau ditemukannya organisme didalam jaringan atau cairan tubuh melalui biopsi
atau nekropsi atau isolasi pada binatang atau pada kultur sel. Kenaikan titer antibodi
menandakan adanya infeksi aktif. Ditemukannya IgM yang spesifik dan atau terjadinya
peningkatan titer IgG pada darah yang diambil secara serial pada bayi baru lahir
menunjukkan terjadinya infeksi kongenital. Titer IgG yang tinggi bisa bertahan selama
bertahun tahun dan tidak ada hubunganya dengan penyakit aktif.
2. Penyebab Penyakit
Toxoplasma gondii, merupakan suatu coccidian protozoa intraseluler pada kucing,
termasuk dalam famili Sarcocystidae yang dikelompokkan kedalam kelas Sporozoa
3. Distribusi Penyakit
Tersebar diseluruh dunia pada mamalia dan burung. Infeksi pada manusia umum terjadi.
4. Reservoir
Hospes definitif dari T. gondii adalah kucing dan hewan sejenis kucing lainnya yang
mendapatkan infeksi karena kucing memakan mamalia (terutama rodentia ) atau burung
yang terinfeksi dan jarang sekali infeksi terjadi dari kotoran kucing yang terinfeksi.
Hospes perantara dari T. gondii antara lain biri-biri, kambing, binatang pengerat, sapi,
babi, ayam, dan burung. Semua binatang tersebut dapat mengandung stadium infektif
(cystozoite atau bradizoite) dari T. gondii yang membentuk kista dalam jaringan terutama
jaringan otot dan otak. Kista jaringan dapat hidup dalam jangka waktu panjang
kemungkinan seumur hidup binatang tersebut.
5. Cara-cara Penularan
Infeksi transplasental pada manusia terjadi pada wanita hamil karena didalam tubuh
mereka terdapat trachyzoites yang membelah dengan cepat beredar dalam darah mereka.
Biasanya pada infeksi primer. Anak-anak terinfeksi karena menelan oocysts yang
mencemari “sandboxes” (kotak berisi pasir tempat bermain), halaman tempat anak-anak
bermain dimana ditempat-tempat itu kucing membuang kotoran. Infeksi bisa terjadi
karena mengkonsumsi daging mentah atau yang tidak dimasak dengan sempurna (daging
babi, daging kambing dan jarang daging sapi) dimana didalam daging tersebut
mengandung kista.
523
Makanan dan air dapat juga tercemar kotoran kucing dan jika Oocysts yang infektif pada
makanan dan air yang tercemar tertelan akan terjdi infeksi. Pernah dilaporkan terjadi KLB
karena inhalasi Oocysts yang berbentuk spora. Susu dari kambing dan sapi yang terinfeksi
mengandng tachyzoites. Pernah dilaporkan terjadi KLB karena minum susu kambing
mentah. Infeksi jarang terjadi karena transfusi atau karena transplantasi organ dari donor
yang terinfeksi.
6. Masa Inkubasi
Dari 10 sampai 23 hari pada satu KLB “Commonsource” karena makan daging yang tidak
dimasak; 5 sampai 10 hari dari satu KLB yang ditularkan oleh kucing.
7. Masa Penularan
Tidak langsung ditularkan dari seseorang kepada orang lain kecuali in utero. Oocysts pada
kucing akan membentuk spora dan menjadi infektif dalam 1 sampai 5 hari dan tetap
infektif pada air dan tanah basah lebih dari satu tahun. Kista pada daging hewan yang
terinfeksi bertahan dan tetap infektif selama daging itu belum dimasak.
8. Kerentanan Dan Kekebalan
Setiap orang rentan terhadap penyakit ini tetapi kekebalan akan terbentuk sesudah infeksi
dan hampir semua infeksi bersifat asymptomatic. Lama dan tingkat kekebalan tidak
diketahui dengan pasti diduga berlangsung lama dan seumur hidup; antibodi bertahan
selama bertahun tahun, mungkin seumur hidup. Pasien yang mendapatkan terapi cytotoxic
atau terapi immunosuppressive dan penderita AIDS berisiko tinggi menjadi sakit dan
mendapat infeksi ulang.
9. Cara-cara pemberantasan
A. Cara-cara pencegahan
1). Berikan penyuluhan kepada para ibu tentang upaya pencegahan seperti berikut:
a). Daging yang akan dikonsumsi hendaknya daging yang sudah diradiasi atau
yang sudah dimasak pada suhu 1500F (660C), daging yang dibekukan
mengurangi infektivitas parasit tetapi tidak membunuh parasit.
b). Ibu hamil yang belum diketahui telah mempunyai antibodi terhadap T. gondii,
dianjurkan untuk tidak kontak dengan kucing dan tidak membersihkan tempat
sampah. Pakailah sarung tangan karet pada waktu berkebun dan cucilah tangan
selalu setelah bekerja dan sebelum makan.
2). Kucing diberi makanan kering, makan yang diberikan sebaiknya makanan kaleng
atau makanan yang telah dimasak dengan baik. Kucing jangan dibiarkan memburu
sendiri makanannya (jaga agar kucing tetap didalam rumah sebagai binatang
peliharaan).
3). Buanglah kotoran kucing dan sampah tiap hari (sebelum sporocysts menjadi
infektif). Kotoran kucing dapat dibuang kedalam toilet yang saniter, dibakar atau
ditanam dalam- dalam. Tempat pembuangan sampah di disinfeksi setiap hari
dengan air mendidih. Pakailah sarung tangan atau cuci tangan dengan sabun dan
air mengalir setelah menangani barang-barang yang terkontaminasi. Sampah
kering dibuang sedemikian rupa tanpa menggoyang goyang agar oocysts tidak
tersebar keudara.
524
4). Cucilah tangan baik-baik sebelum makan dan sesudah menjamah daging mentah
atau setelah memegang tanah yang terkontaminasi kotoran kucing.
5). Awasi kucing liar, jangan biarkan kucing tersebut membuang kotoran ditempat
bermain anak-anak. Kotak pasir tempat bermain anak ditutup jika tidak dipakai.
6). Penderita AIDS dengan toxoplasmosis simptomatik agar diberikan pengobatan
profilaktik seumur hidup dengan pyremethamine, sulfadiazine dan asam folat.
B. Penanganan Penderita, Kontak, Lingkungan Sekitarnya
1). Laporan kepada Dinas Kesehatan setempat: Tidak diperlukan, tetapi di beberapa
negara bagian di Amerika dan di beberapa negara penyakit ini wajib dilaporkan
untuk pemahaman lebih lanjut terhadap epidemiologi dari penyakit ini.
2). Isolasi: Tidak ada
3). Disinfeksi serentak: Tidak dilakukan
4). Karantina: Tidak dilakukan
5). Imunisasi kontak: Tidak dilakukan
6). Investigasi kontak dan sumber infeksi: Pada infeksi kongenital lakukan
pemeriksaan titer antibodi ibu; sedangkan pada infeksi yang didapat, periksalah
titer antibodi pada anggota keluarga dan selidiki kemungkinan terjadinya
pemajanan terhadap kotoran kucing, tanah, daging mentah tau terpajan dengan
binatang yang terinfeksi.
7). Pengobatan spesifik: Untuk orang yang sehat dengan status imunitas yang baik,
tidak ada indikasi untuk diberi pengobatan kecuali jika infeksi terjadi pada awal
kehamilan atau adanya Chorioretinitis aktif, myocarditis atau ada organ lain yang
terkena. Obat yang dipakai adalah Pyrimethamine (Daraprim®) dikombinasi
dengan Sulfadiazine dan asam folat (untuk mencegah depresi sumsum tulang).
Pengobatan diberikan selama 4 minggu untuk mereka yang menunjukkan gejala
klinis berat. Selain obat diatas, untuk toxoplasmosis pada mata ditambahkan
Clindamycin. Pada toxoplasmosis okuler, terjadi penurunan visus yang
irreversible. Jika yang terserang mata maka yang dapat terkena adalah macula,
syaraf mata atau papillomacular bundle, untuk mencegah hal ini diberikan
kortikosteroid sistemik.Pengobatan terhadap wanita hamil menjadi masalah.
Spiramycin sering digunakan untuk mencegah infeksi plasenta; jika pada
pemeriksaan USG ada indikasi telah terjadi infeksi pada bayi maka berikan
pengobatan pyrimethamine dan sulfadiazine.
Pyrimethamine tidak diberikan pada 16 minggu pertama kehamilan karena
dikawatirkan akan terjadi teratogenik; dalam hal ini sulfadiazine dapat diberikan
tersendiri. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita infeksi primer atu dari ibu yang
HIV positif selama kehamilan diberikan pengobatan pyrimethamine-sulfadiazineasam
folat selama tahun pertama sampai terbukti bahwa bayi tersebut tidak
menderita toxoplasmosis kongenital. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya
Chorioretinitis atau gejala sisa. Belum ada pegangan dan petunjuk yang jelas
tentang pengobatan bayi yang lahir dari ibu yang HIV positif disertai toxoplasma
seropositif.
C. Penanggulangan wabah: Tidak ada
525
D. Implikasi bencana: Tidak ada.
E. Tindakan Internasional : Tidak ada.

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: