PIODERMA

3 11 2009

Definisi
Pioderma superfisial dapat berbentuk impetigo atau furunkel. Furunkolis yang
menyatu membentuk kurbunkel. Bentuk lain pioderma diantaranya folikulitis,
ektima, selulitis, flegmon, pionikia.
Penyebab
Impetigo umumnya disebabkan oleh Streptococcus batahaemoliticus, sedangkan
furunkel oleh Staphylococcus aureus. Beberapa faktor perdisposisi umumnya daya
tubuh (anemia, kurang gizi, diabetes melitus) atau adanya kelainan kulit yang
dapat mempercepat terjadinya pioderma.
Gambaran Klinis
– Keadaan umum penderita biasanya baik.
– Impetigo bentuk krustosa biasanya terjadi pada anak yaitu di kulit disekitar
hidung dan mulut. Tampak vesikel atau pustula yang cepat pecah dan menyebar
ke sekitarnya.
– Impetigo bentuk vesikosibola disebut juga cacar monyet, menyerang daerah
ketiak, dada, dan punggung. Bentuk ini sering ditemukan bersama miliaria,
hipopion (endapan nanah di bagian bawah vesikel / bula) dan pada saat
penyembuhan mengering membentuk koleret (warna kemerahan melingkar
di bekas kelainan).
– Impetigo neonatorium menyerang hampir seluruh kulit, biasanya disertai
demam.
– Furunkel banyak ditemukan di ketiak atau bokong. Folikel yang terinfeksi
membengkak membentuk nodus bernanah yang nyeri dengan eritema di
sekitarnya. Kelainan ini dapat menjadi abses atau membentuk fistula. Pada
penderita yang berdaya tahan tubuh rendah misalnya penderita penyakit kronik
(diabetes melitus), furunkel ini sering kambuh dan sukar sembuh.
Diagnosis
– Pemeriksaan penunjang bila diperlukan
– Pemeriksaan sederhana dengan pewarnaan Gram
– Kultur dan resistensi spesimen lesi (misalnya untuk flegmon, hidra adenitis,
ulkus). Kultur dan resistensi darah bila diduga bakteremia

Penatalaksanaan
Pasien berobat jalan kecuali pada erisipelas, selulitis, flegmon dianjurkan rawat
inap.
Topikal
– Bila dijumpai pus banyak, asah atau krusta dilakukan kompres terbuka dengan
(permanganas kalikus 1/5000), rivanol 0,1%, larutan povidon 7,5% dilarutkan
sepuluh kali, tiga kali sehari masing-masing 1 jam selama masih akut.
– Bila tidak tertutup pus atau krusta diberikan salep/ krim garam natrium fusidat
2 %.
Sistemik
Pada lesi dalam dan / atau luas diberikan antibiotik sistemik:
– Lini 1 : golongan penisilin : amoksisilin , ampisilin
– Lini 2 : golongan makrolid : eritromisin 500 mg 4 x sehari
– Lini 3 : golongan sefalosporin
– Lini 4 : antibiotik lain-lain : klindamisin
Pendidikan dan pencegahan
Mencari faktor predisposisi
– Higiene
– Menurunnya daya tahan tubuh: kurang gizi, anemia, penyakit kronik/
metabolik, dan keganasan
– Telah ada kelainan kulit primer
Protokol
Pada pioderma letak dalam, perhatikan keadaan umum dan status imun secara
keseluruhan
Kriteria penyembuhan
– Pioderma superfisial tidak dijumpai lagi gambaran klinis
– Pioderma letak dalam tidak dijumpai tanda klinis, ulkus telah membentuk
jaringan granulasi bersih, epitelisasi menutup luka.

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: